TRADISI KEISLAMAN MASYARAKAT MADURA DESA BANUAJU BARAT


By: Zumrotul Wahidah dan Megawati

Tradisi keislaman merupakan sebuah kebiasaan berdasarkan nilai-nilai syariat Islam yang dilaksanakan secara terus menerus oleh masyarakat yang beragama Islam. Madura salah satu daerah yang menerapkan tradisi keislamannya. Salah satunya masyarakat Desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep yang mayoritas mereka beragama Islam. Dalam aspek kehidupan dan sosial mereka yang menunjukkan keislamannya yang sangat kental dari anak kecil sampai tua. Sehingga ilmu agama menjadi prioritas sebagai bekal dunia dan akhirat. Dilihat dari suatu tempat ibadah Desa Banuaju Barat kebanyakan didominasi oleh masjid. Mayoritas warganya adalah santri dari lulusan pondok pesantren. Untuk kehidupan sehari-hari mereka juga mencerminkan nilai-nilai pesantren/ nilai-nilai keislaman yang kental. Nilai-nilai tersebut terwujud dengan adanya kegiatan-kegiatan warga Banuaju Barat yang bertujuan untuk mempererat silahturahmi antar warga, memperdalam ilmu agama dan memberikan contoh bagi generasi muda yang akan datang untuk mempertahankan tradisi keislamannya.

Kegiatan yang dilakukan warga Banuaju terdiri dari tiga kelompok kegiatan baik harian, mingguan atau bulanan. Pertama, kegiatan untuk warga secara umum untuk laki-laki yaitu sholawat nariyah yang berisi yasinan, tahlilan, sholawat yang diadakan seminggu dua kali yang dirumah warga secara bergilir. Kedua, kegiatan untuk ibu-ibu yaitu yasinan, tahlilan, arisan dilaksanakan pada hari minggu sore dan khotmil qur’an dilaksanakan pada hari senin malam. Ketiga, kegiatan untuk anak-anak yaitu sekolah diniyah dilaksanakan setiap sore hari dan setiap malam selasa anak-anak juga melaksanakan kegiatan sholawatan. Selain kegiatan rutin keagamaan tersebut, warga Desa Banuaju Barat juga memperlihatkan nilai keagamaan dengan cara mengenakan pakaian mereka yang islami. Seperti: sarung dan kopyah untuk laki-laki, sarung cewek atau yang sering disebut ”sewek” dan tertutup untuk perempuan. Dilihat dari perkembangan zaman saat ini banyak sekali model pakaian yang modern dan banyak sekali orang tidak memperdulikan pakaian mereka secara islami. Tetapi bagi warga Desa Banuaju Barat masih mempertahan cara berpakaian mereka yang islami setiap harinya tanpa mengikuti trend-trend pakaian saat ini dan lebih mengangkat budaya mereka dengan memakai batik madura sendiri.

Disisi sosial keagamaan warga Desa Banuaju Barat juga memiliki aturan-aturan islam yang harus dipatuhi oleh masyarakat sendiri dan juga warga pendatang. Seperti tidak diperbolehkan bercampur baur dengan lawan jenis, berbicara kasar, keluar malam. Hal tersebut untuk mendidik mereka agar terhindar dari pandangan negatif warga, menanamkan nilai keagamaan untuk generasi muda, dan agar tidak terjerumus dalam hal kemaksiatan. Inilah penjelasan singkat mengenai tradisi keislaman masyarakat Madura khususnya Desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep.

Komentar