KERAJINAN FIGURA BERHIAS PECAHAN BATOK


By: Fauruk Murdiyanto

Pohon kelapa merupakan pohon dengan sebutan pohon sejuta manfaat. Sepertinya ungkapan itu memang tidak berlibahan untuk disematkan kepada pohon yang termasuk dapal keluarga palem ini. Dari semua bagian dari pohon ini dapat kita gunakan atau dimanfaatkan. Daunnya yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan ketupat, tulang daunnya (lidi) yang biasa dibuat sapu lidi, buahnya yang terdiri dari empat bagian penting dimulai dari daging buahnya yang dapat dimakan, airnya sebagai pengganti ion dalam tubuh, batoknya yang keras sebagai salah satu bahan bakar yang biasa disebut “penyonyoran” bagi masyarakat Madura, serta serabut yang dapat dijadikan sapu ijuk, bahkan batangnya pun dapat dijadikan kayu sebagai penyangga genting “reng-rengan” disetiap rumah dengan sumber daya alam pohon kelapa yang melimpah di sebagian besar daerah di pulau Madura khususnya di pesisir pantai.

Banyaknya kegunaan serta melimpahnya sumber daya alam yang tersedia, sungguh sangat di sayangkan jika itu tidak dapat dimanfaatkan semaksimal munkin oleh masyarakat sekitar. Misalnya saja batok kelapa yang hanya dijadikan bahan bakar oleh sebagian besar masyarakat didaerah pesisir dengan komoditas pohon kelapa yang melimpah. Batok kelapa yang memimiliki tekstur keras dengan serat atau ukiran yang ciamik, akan sangat disayangkan jika hanya dijadikan bahan bakar tanpa nilai komersil sama sekali. Kemirisan ini membuat kelompok KKN UTM 28 melakukan suatu inofasi bagi masyarakat sekitar khusunya di desa Banuaju Barat dengan menjadikan batok kelapa sebagai penghias bingkai foto. Mungkin inofasi ini tidak begitu “woow” dibandingkan inofasi lain, hanya saja batok kelapa yang dipecahkan menjadi serpihan kecil dan ditempel di sisi figura akan sangat mudah dilakukan oleh warga sekitar tanpa harus menyita waktu kerja disiang harinya.

Pembuatan figura berhias batok kelapa ini juga dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah yang dapat menjadi penghasilan tambahan bagi warga serta tidak terbuang percuma begitu saja. Warga dengan kekreatifan tinggi juga dapat membentuk pola pada bentuk figura dan hiasannya, tugas akhir bagi warga dengan kekretifan seperti ini hanya mencari jalan bagaimana mereka dapat menjual hasil produknya tersebut. Banyaknya destinasai wisata di pulau Madura khususnya di Kabupaten Sumenep ini menjadi jawaban bagi kebingungan warga mengenai penjualan hasil produknya tersebut. Kerjasama antara warga, BUMDes dan pengelola tempat wisata akan menjadi kombinasi yang sangat nyaman bagi semuanya. Warga dapat dengan mudah mendapatkan penghasilan tambahan, BUMDes akan mendapatkan masukan dana dan nama “branding” sebagai pengeksport kerajinan serta destinasi wisata mendapatkan pamasok hasil kerajinan yang dapat dijadikan cindera mata. Jadi ketiga pihak terkait dapat mendapatkan untung tanpa merugi.

Komentar