UNIQUE PLATE




Raidhatul aini

Pohon kelapa merupakan sumber daya alam yang ada di desa banuaju barat, pohon kelapa sendiri mengandung banyak manfaat mulai dari batang pohon yang dijadikan sebagai kayu, daun kelapa yang kering bisa digunakan sebagai atap rumah dan daun yang masih muda bisa di gunakan sebagai bahan pembuatan ketupat. Cairan yang ada dalam buah kelapa bisa di jadikan minuman segar dan jika diolah bisa menjadi nata de coco, batok kelapa bisa di gunakan sebagai pengganti gayung atau kerajinan yang lainnya, serabut kelapa dapat dijadikan sebagai sapu ijuk dan pelepah kelapa dapat menghasilkan lidi, yang biasanya dijadikan sebagai sapu lidi, tusuk sate, tusuk gigi selain itu lidi juga bisa dijadikan sebagai anyaman piring. Namun karena minimnya pengetahuan masyarakat di desa banuaju barat pemanfatan lidi hanya pada pembuatan sapu saja. Dengan adanya keterbatasan tersebut, maka dari itu kami KKN 28 membuat proker untuk memanfaatkan lidi agar mempunyai manfaat yang lebih seperti apabila dijadikan sebagai anyaman piring akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Piring lidi adalah anyaman yang terbuat dari bahan dasar lidi yang di haluskan, yang kemudian dianyam sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Pembuatan piring lidi sangat mudah karena tidak membutuhkan keterampilan khusus, kerajinan ini tidak mengeluarkan tenaga  sehingga dapat dilakukan oleh semua orang. hanya dengan ketelatenan, piring lidipun jadi. Dan kami berinisiatif untuk memberinama unique plate.

unique plate bisa dijadikan sebagai pengganti piring kaca dan plastik, penggunaan piring ini sangat praktis karena hanya membutuhkan kertas nasi/ daun pisang yang dipotong melingkar atau sesuai dengan bentuknya. Jika selesai digunakan kita hanya membuang kertas/ daun tadi tanpa harus mencuci, piring lidi ini tidak bisa pecah, awet dan hemat.

Berikut langkah-langkah dalam pembuatan piring lidi pertama menyediakan alat dan bahan yaitu gunting, pisau, kuas, tali rafia, lidi dan pernis. Selanjutnya proses pembuatan piring lidi. Pertama, membuat bentuk lingkaran dari lidi dan di ikat degan tali rafia pada ujungnya, ukuran lingkaran sesuai yang di inginkan. kedua, bagi lidi menjadi 6 bagian dan dalam 1 bagian ada 12 lidi. Ketiga, setelah selesai di bagi kemudian proses menyilang dengan mengambil 12 lidi pertama dan mulai menyilang. Keempat, ujung lidi dengan pangkal di satukan kemudian lidi mulai di anyam, sebelum di anyam potong terlebih dahulu pangkal lidi sesuai dengan batas lingkaran agar memperoleh hasil yang rapi. Kelima, selanjutnya teknik penganyaman, di mulai dengan memasukkan bagian yang ujung ke atas dan kebawah secara bergantian sampai selesai di anyam semua. Keenam, setelah proses penganyaman selesai kemudian bagian pangkal di potong supaya lebih rapi. Ketujuh, bila pada bagian atas piring selesai kemudian lanjut ke bagian bawah piring/alas piring dengan cara mengepang semua sisi lidi yang sudah di anyam tadi. Dan yang terakhir, setelah proses pembuatan piring, agar lebih memperindah tampilan dari piring tersebut di beri sedikit sentuhan pernis dengan menggunakan kuas dan diamkan/di jemur sejenak sampai kering dan terlihat cantik.

Untuk mengembangkan kerajinan unique plate kami melakukan sosialisasi kepada warga di Desa Banuju Barat terutama bagi warga yang mempunyai keinginan untuk lebih meningkatkan pemanfaatan lidi yang awalnya hanya dijual berupa sapu lidi saja. Selain itu dengan adanya kerajinan unique plate dapat meminimalisir limbah lidi yang tidak digunakan oleh warga Desa Banuaju Barat. Dan juga dapat meningkatkan pendapatan warga itu sendiri dari usaha penjualan unique plate.


Komentar