Potensi Desa Banuaju Barat




Oleh Rita Handayani dan Hasyim As’ Arie



Desa Banuaju Barat merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak potensi alam yang sangat melimpah dibidang pertanian yaitu kelapa dan siwalan.Pertanian dalam arti luas merupakan suatu kegiatan tentang pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu. Sebagian masyarakat di Desa Banuaju Barat melakukan kegiatan budidaya kelapa dan siwalan. Jenis tanah yang kering merupakan alasan masyarakat untuk memilih membudidayakan kelapa dan siwalan.

Lokasi Desa Banuaju Barat sangat dekat dengan Pantai Lombang. Secara geografis, siwalan dan kelapa tumbuh diarea lokasi pantai dengan pohonnya yang  mencapai ketinggian 30 m. Syarat pertumbuhannya antara lain tanah yang berpasir, berabu gunung, dan tanah berliat dengan PH tanah mulai dari 5,2 hingga 8 agar dapat berkembang dengan baik. Selain itu, agar produktivitas buah kelapa semakin meningkat maka diperlukan sinar matahari minimal 120 jam perbulan dengan suhu sebesar 27o Cserta angin yang tidak terlalu kencang.

Kelapa merupakan salah satu jenis tumbuhan dari aren-arenan yang merupakan anggota  tunggal dalam marga Cocos. Semua bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan seperti daun kelapa, sabut kelapa, batok kelapa, daging kelapa, air kelapa, bahkan batang kelapa. Sebagian besar lahan pertanian Desa Banuaju Barat ditumbuhi oleh pohon kelapa. Akan tetapi tingginya potensi kelapa di Desa Banuaju Barat berbanding terbalik dengan pemanfaatannya. Dimana, pemanfaatan dari kelapa di Desa Banuaju Barat hanya sebatas dijual dalam bentuk kelapa segar, kopra dan sapu lidi sehingga nilai jual kelapa masih rendah. Padahal semua bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan atau hiasan seperti anyaman, alat makan, perabotan rumah tangga dan barang etnik lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.

Selain kelapa, Desa Banuaju Barat memiliki potensi alam pohon siwalan yang sangat melimpah. Pohon siwalan merupakan pohon palma yang kokoh dan kuat dengan daun yang besar mengumpul serupa kipas. Bagian-bagian dari pohon siwalan dapat dimanfaatkan, seperti daun siwalan, buah, batang dan bunga. Bunga siwalan yang dipotong ujungnya dapat menghasilkan nira siwalan. Daun siwalan dapat dimanfaatkan sebagai kerajian seperti anyaman tas, taplak meja, dompet dan barang multi fungsi lainnya. Pemanfaatan terhadap siwalan di Desa Banuaju Barat hanya berhenti pada pembuatan gula aren saja. Terdapat beberapa warga yang memiliki kreatifitas dalam hal penganyaman, akan tetapi pengetahuan terhadap proses penjualan masih sangat minim. Sedangkan pemanfaatan terhadap bagian yang lainnya seperti daging buah siwalan hampir tidak ada. Buah siwalan di Desa Banuaju Barat dibiarkan begitu saja dan bahkan dibuang-buang. Padahal apabila buah siwalan tersebut dimanfaatkan dapat berubah menjadi selai, permen, manisan dan olahan pangan lainnya yang tentunya memiliki nilai tambah.

Dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang terjadi yaitu terletak pada sumberdaya manusia yang kurang terampil untuk membuat inovasi terhadap pohon kelapa dan siwalan. Oleh sebab itu, diharapkan untuk pemerintah setempat agar bisa mensosialisasikan terkait potensi kelapa serta memberi pelatihan kepada masyarakat di Desa Banuaju Barat seperti penanganan pasca panen sehingga dengan adanya kegiatan tersebut dapat membentuk masyarakat yang kreatif dan inovatif.


Komentar