Pendidikan Yang Ada di Desa Banuaju Barat




By: Puspita Sari

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk di tanamkan di dalam diri para generasi muda. Tanpa pendidikan hidup terasa seperti berada dalam kegelapan. Menempuh pendidikan dunia maupun akhirat sangat wajib untuk di lakukan. Tidak hanya itu namun juga sebuah pendidikan merupakan media untuk menyalurkan ide kreatif yang setiap orang mempunyai berbeda-beda pemikiran dan ke-kreatifitasan. Di samping itu, menumbuhkan rasa cinta terhadap pendidikan merupakan suatau masalah yang susah-susah gampang untuk dijalankan. Seperti halnya pendidikan yang berada di suatu pedesaan, secara umum tingkat ketertarikan terhadap pendidikan di pedesaan sangat rendah di karenakan beberapa faktor yang di antaranya adalah dukungan dari orangtua sendiri. Kebanyakan orangtua mereka beranggapan bahwa pendidikan tidak wajib untuk di kejar setinggi mungkin. Pemikiran ini di tanamkan dalam diri anak perempuan, para orangtua beranggapan bahwa perempuan lebih baik di rumah dari pada bergaul dengan dunia luar.

Pemikiran ini berkembang khususnya di desa Banuaju Barat yang berada di kecamatan Batang-batang tepatnya di kabupaten Sumenep. Masyarakat berpikiran bahwa anak perempuan lebih baik berada di ruang lingkup keluarga tidak perlu untuk menempuh pendidikan jauh ke luar kota karena demi kebaikan dirinya sendiri. Namun pada kenyataannya anak-anak desa Banuaju Barat sangat bersemangat untuk menuntut ilmu di sekolah, tidak hanya anak laki-laki namun juga anak perempuan. Terbukti ketika kami mengadakan sosialisasi mengenai belajar bersama khususnya bahasa inggris, mereka sangat antusias untuk mengikuti dan meramaikan acara belajar bersama yang kami namai dengan student’s class. Seperti yang kita tahu bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang sedikit banyak perlu kitapahami ilmunya. Fakta di lapangan, anak perempuan lebih memahami apa yang kita sampaikan, misalnya saja ketika kami memberikan sebuah lagu anak-anak dalam bahasa inggris judulnya “Kitty and Bingo” mereka sangat fasih lho menirukan kami yang memberikan contoh. Bisa di bilang siswa MTs Ghayatul Anwar, Banuajuh Barat tidak terlalu mendapat pelajaran bahasa inggris dari mulai basic di karenakan minimnya guru bahasa Inggris di sekolah ini.

Meskipun ada keterbatasan di tengah-tengah mereka tapi ini bukan masalah yang serius karena mereka tetap tertarik jika di ajak untuk belajar bersama khususnya di program yang kami adakan (student’s class). Jadi guys, jangan meremehkan adik-adik di desa Banuaju Barat ya. Mereka semua pintar dan rajin jika kami tahu model pembelajaran apa yang akan di berikan kepada mereka. Dan terus memberi motivasi bahwasannya menuntut ilmu itu sangat penting untuk di tempuh sampai ke negera Amerika sekalipun.

Komentar