MENUMBUHKAN PEREKONOMIAN DESA MELALUI KREASI DAN INOVASI SDA YANG TERSEDIA



By: Ahmad Samhaji, Ridhatul Aini, Evi Rosdiana, Fakhrudin Hidayat

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam suatu negara tidak selalu mencerminkan distribusi pendapatan yang adil dan merata. Sebab, realita yang terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat, seperti masyarakat perkotaan sedangkan masyarakat pedesaan atau pinggiran mendapat porsi yang kecil dan tertinggal. Kesenjangan di daerah ini semakin diperburuk karena adanya kesenjangan dalam pembangunan antar sektor, terutama sektor pertanian yang merupakan dasar dari perekonomian desa dan non-pertanian (basis ekonomi kota). Perbedaan basis tersebut menunjukkan bahwa selama ini pemerintah lebih mementingkan industri yang ada di lingkungan perkotaan, sehingga terjadi distribusi pendapatan yang tidak merata padahal ketika kita kaji ulang justru sektor pertanianlah yang menjadi pilar perekonomian negara khusunya Indonesia yang tergolong negara agraris.

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian menimbulkan efek negatif terhadap kemajuan ekonomi pedesaan dan perekonomian nasional pada umumnya. Ekonomi pedesaan akan sulit berkembang karena mayoritas masyarakat bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup perindividu tanpa berpikir untuk ikut serta membangun perekonimian orang-orang yang ada disekelilingnya. Hal ini juga dapat menjadi penyebab minimnya kreatifitas masyarakat desa.

Banuaju Barat adalah salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep harusnya diperhatikan oleh pemerintah karena di daerah tersebut tersimpan sumber daya alam yang melimpah berupa siwalan dan kelapa. Kedua komoditi tersebut belum sepenuhnya tersentuh tangan-tangan kreatif yang bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi. Selama ini masyarakat hanya bisa membuat gula merah dari air nira siwalan,  tikar dan tas dari daunnya sedangkan buah dan batoknya diabaikan.  Pengolahan sumber daya alam lainnya seperti kelapa juga belum dimanfaatkan secara maksimal, mereka langsung menjual buah kelapa, lidi, dan serabut tanpa pengolahan sehingga harganya jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Pendapatan rata-rata masyarakat pedesaan masuk dalam kategori menengah kebawah sebab sumber daya manusia yang ada di desa tersebut belum memadai. secara garis besar mayoritas penduduk yang menetap dalam lingkaran ekonomi stagnan adalah mereka yang sudah berusia kepala tiga sedangkan pemuda-pemudinya lebih banyak yang merantau ke berbagai kota besar di Indonesia karena mungkin mereka sudah tidak tahan dengan kondisi perekonomian di desa dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dalam ilmu ekonomi, pendapatan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui level perekonomian disuatu daerah. Semakin tinggi pendapatan perkapita masyarakat maka perputaran ekonomi semakin cepat karena idealnya pendapatan mempengaruhi tingkat konsumsi yang dilakukan masyarakat. Kenaikan pendapatan akan selalu diikuti oleh kenaikan konsumsi yang pada akhirnya juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pendapatan masyarakat desa Banuaju Barat diperoleh dari berbagai profesi diantaranya, petani, pedagang, pengrajin, pegawai negeri sipil, buruh tani, dll. Masyarakat yang berpotensi sebagai petani menduduki peringkat teratas disusul profesi-profesi lainnya. Pertanian sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, pedesaan belum berjalan sesuai harapan, para petani di desa tersebut hanya terfokus pada pemenuhan kebutuhan pribadi masing-masing. Hasil panen yang diperoleh tidak diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Jenis tanaman yang tersedia dibumi Banuaju Barat diantaranya, padi, jagung, siwalan, singkong, tembakau, kelapa, dll.

            Dari semua hasil pertanian tersebut mayoritas langsung dijual dalam bentuk bahan mentah bahkan lebih miris ketika hanya dibuang percuma seperti halnya siwalan. Dari permasalahan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat desa Banuaju Barat kurang kreatif, inovatif dan dapat dikategorikan pendapatannya menengah kebawah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat di lakukan dengan cara memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya yaitu membuat produk yang berbahan dasar pohon kelapa dan siwalan. Dari pohon kelapa dan siwalan dapat kita manfaatkan dengan mengambil salah satu bagian pohonnya yaitu mulai dari batok, serabut, lidi, daun bahkan buahnya juga.

            Pemanfaatan potensi yang ada yaitu untuk mengatasi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini masyarakat diarahkan mampu menghasilkan hasil olahan diantaranya dari buah siwalan yang dapat dijadikan sebagai selai siwalan berbagai rasa, daunnya dapat dijadikan sebagai tas. Selain itu, dapat memanfaatkan pohon kelapa mulai dari batok, serabut bisa dijadikan kaligrafi, hiasan dinding, figura, sedangkan lidinya dapat dijadikan sebagai piring unik. Sehingga nantinya dari kegiatan tersebut masyarakat bisa memperbaiki pendapatan ekonominya dengan cara memanfaatkan potensi yang ada menggunakan cara kreativitas dan inovatif tersendiri.










Komentar