DESA BANUAJUH BARAT SEBAGAI DESA BERSHOLAWAT NARIYAH



By: Fauruk dan Luthfiatul Ummah

Sholawat merupakan suatu seni dalam islam yang mengandung nilai-nilai religius di dalamnya. Sholawat itu sendiri terdiri dari beberapa macam sholawat diantaranya ada sholawat badriyah, sholawat munjiyat, sholawat nariyah dan lain-lain.Sholawat merupakan suatu bentuk rasa cinta kepada nabi MuhammadSAW. Identiknya masyarakat Madura dengan nilai religiusitasnya yang kuat, hal ini dapat dilihat darirutinitas yang dilakukan masyarakat di Desa Banuaju Barat yang rutin melakukan kegiatan sholawat di setiap minggunya. Oleh sebab itu, Desa Banuaju Barat yang berada di KecamatanBatang-BatangKabupaten Sumenep ini merupakan satu-satunya desa yang memiliki sebutan sebagai desa “Bersholawat Nariyah”. Sebutan ini berasal dari kegiatan rutin warga di setiap dusunnya yang selalu rutin mengadakan kegiatan sholawatan hampir disetiap harinya secara bergantian di setiap dusunnya. Awal mula kegiatan ini sebenarnya berasal dari kegiatan MPS (Masa Pengabdian Santri) dari salah satu pondok pesantren yang berada di pulau Madura yang pernah bersinggah di desa Banuaju Barat ini. Kegiatan ini diterima secara positif oleh warga setempat dan dijadikan kegiatan rutin warga, sehingga desa Banuaju Barat diberikan gelar sebagai desa bersholawat nariyah.

Gelar ini sebenarnya bukan merupakan gelar yang “sah”, karena gelar ini tidak secara resmi di sematkan oleh Pemerintahan Pusat Kabupaten Sumenep, hanya saja gelar ini disematkan dengan gagasan para anggota MPS dan disetujui oleh aparatur desa khususnya kepala desa Banuajuh Barat. Setelah pengesahan tersebut, maka dibuatlah sebuah tugu sebagai pengesah atau branding desa Banuajuh Barat sebagai desa Bersholawat Nariyah. Pembuatan tugu tersebut murni dibuat yang didanai oleh anggota MPS tersebut tanpa merepotkan warga dan aparatur desa.

Setiap kegiatan yang diadakan oleh warga desa terkait identitas desa tersebut meliputi pembacaan surat yasin, tahlil dan diakhiri oleh pembacaan sholawat. Kegiatan tersebut biasanya diadakan di rumah salah satu warga disetiap dusunnya secara bergilir atau bergantian dan ada pula yang dilakukan di masjid.  Kegiatan ini di setiap dusunnya diadakan di hari yang berbeda-beda, ada yang dilaksanakan setiap malam jumat lebih tepatnya dilakukan di masjid dan ada pula yang dilakukan setiap malam selasa setelah sholat maghrib.

Nilai-nilai sosial yang terdapat dari kegiatan sholawat nariyah ini dapat dilihat dari antusiasme warga untuk menghadiri acara sholawatan yang tergolong sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari jumlah warga yang menghadiri setiap acara di dusunnya masing-masing, serta terdapat pula suatu interaksi sosial ketika melakukan kegiatan sholawat tersebut. Sehingga hal ini dapat mempererat hubungan antara satu dengan lainnya, karena dari kegiatan seperti itulah semua orang dapat berkumpul dengan rutinitas kesibukan yang ada pada setiap individu.Oleh sebab itu, kepala desa Banuaju Barat berharap agar acara bersholawat ini dapat menjadi kebudayaan baru yang terus dijaga dan juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa yang berada disekitar desa Banuaju Barat.Karena dari kegiatan sholawat nariyah inilah masyarakat mampu berinteraksi langsung dengan lainnya dan dapat memberikan nilai sosial yang positif kepada masyarat yang ada di Desa Banuaju Barat. Sehingga rutinitas sholawat nariyah pun masih tetap berjalan sampai sekarang dan terus diterapkan oleh masyarakat di Desa Banuaju Barat.

Komentar