Tersesat (Part 9)

Jumat,
22-06-2016

Sejak pagi divisi pertanian sudah berangkat mencari percetakan yang berada dikota untuk menyelesaikan label produk yang telah mereka kembangkan.Label tersebut akan disematkan untuk hasil kreativitas anyam dan juga gula siwalan yang sudah diinovasikan. Perlu diketahui bahwa apa yang telah dikerjakan oleh divisi pertanian selanjutnya akan disosialisasikan oleh divisi sosial masyarakat kepada kelompok tani yang ada didaerah setempat.  Menurut hasil wawancara bersama kepala dusun Gunung Pekol, rata-rata setiap dusundesa Banuajuh barat memiliki kelompok tani. Selain fokus pada pertanian, kelompok tani juga sering mengadakan musyawarah terkait perkembangan usaha rumah yang dikelola, antara lain produksi tikar dan gula siwalan.Dengan adanya kelompok tani tersebut akan mempermudah berjalannya program kerja yang sudah direncanakan oleh setiap divisi KKN 23.
Divisi pendidikan juga menepati janji kepada waka kesiswaan untuk melakukan sosisialisasi tentang program “Bangku Semu” yang kemarin telah dikordinasikan. Sesampai disekolah mereka sudah disambut oleh Supandi, selaku ketua OSIS SMA Gapura dan 35 anggotanya. Kemudian, dilakukan breafing kepada anggota osis.Selanjutnya mereka semua tersebar ketiap-tiap kelas guna mensosialisasikan program tersebut. Siswa menerima baik apa yang digagas oleh Rani dan kawan-kawan. Para siswa berjanji untuk mendonasikan buku yang mereka punya dan akan berkunjung jika perpustakaan yang direncanakan telah resmi untuk dibuka. Acara sosialisasi di SMA Gapura selesai. MAN Sumenep adalah tujuan kedua, akan dilakukan kordinasi kerjasama dalam program “Bangku Semu”.
                                    ****************************
            Siang yang membosankan bagi Bogel dan Cebol. Mereka baru pulang dari pembuatan plank madrasah dimebel terdekat. Bogel menyampaikan keinginannya untuk mengisi waktu luang dengan jalan-jalan menikmati keindahan alam sekitar. Ia tidak mengutarakan tujuan pasti. Yang jelas mereka akan mengikuti kemana hati dan fikiran akan sejalan menentukan arah yang diyakini dapat membawa mereka menuju tempat yang menyenangkan. Keluarlah mereka membawa motor tanpa meminta izin kepada ketua kelompok. Selama perjalan, mereka menikmati apa yang disuguhkan alam dalam setiap hamparan keindahannya. Sawah, kebun, sungai dan pemandangan siwalan yang tinggi menjulang bukankah itu benar-benar indah?
Selama perjalanan, mereka bercanda dan tak jarang tertawa lepas saat membicarakan tentang kekonyolan yang pernah terjadi. Semakin jauh mereka meninggalkan posko KKN. Dari sudut akan tenggelamnya matahari terlihat banyak kapal yang akan bertenggar menepi didaratan. Mereka penasaran atas apa yang baru saja dilihat, karena sunset sore ini adalah pemandangan indah tiada dua. Semakin mereka mendekati kapal-kapal yang akan menepi, semakin jauh mereka meninggalkan tempat singgah. Hingga sampailah mereka berdua disuatu perkampungan. Banyak sekali dijumpai kapal yang berjajar apik. Ibu-bu paruh baya nampak memunguti ikan yang sedari siang telah dijemur. Disisi lain sekitar 20 orang nampak bergotong royong mengangkat papan kayu yang sepertinya akan digunakan untuk membuat sampan. Tak sadar warna mega telah pudar oleh gelapnya petang. Malam menyingsing terang, masyarakat yang sibuk menghentikan aktifitas untuk kembali kerumah. Kini tinggal mereka berdua, Bogel dan Cebol. Pemandangan indah yang tadi dilewati kini berganti menjadi suram. Nuansa samun membuat diri menjadi tegang. Ditengah gelapnya malam, bulu kudu menemani setiap perjalanan pulang dan mereka benar-benar tidak tau bagaimana caranya kembali menuju posko. Kini mereka berdua tersadar bahwa telah tersesat.

By:Gudel

Komentar