SIMALAKAMA (Part 4)

Minggu,
16-06-2016

Minggu, waktu untuk bermalas. Waktu yang harusnya digunakan untuk bersantai tanpa menghiraukan segala macam kesibukan. Tidur, mungkin pilihan yang tepat untuk mengisi waktu dihari minggu. Namun, situasi dan kondisi saat ini sangatlah bertolak belakang dengan apa yang diharapkan oleh angan. Kesibukan akan program kerja yang beruntun lama-lama seperti beban yang memberatkan untuk dipikul. Kami harus bangun pagi untuk melakukan kerja bakti, membersihkan lingkungan madrasah dari sampah yang tercecer. Bukan hanya kami penyebab menumpuknya sampah. Para santri juga memberikan sumbangan akan sampah yang terbuang. Maklum saja, santri yang menimba ilmu ditempat ini, saat istirahat banyak menghabiskan waktu dengan membeli makanan kemudian dengan asal membuang wadahnya. Tidak ada tempat sampah khusus, sehingga menjadi keharusan bagi kami untuk peduli terhadap kebersihannya.
            Hari yang sangat penting untuk divisi pertanian. Setelah mencari banyak informasi serta belajar cara pembuatan tikar dan gula siwalan, mereka bertekad untuk mengembangkan dua hal tersebut menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dina salah satu mahasiswa program studi PGSD memang terampil membuat kerajinan tangan, terutama anyaman. Dengan menganyam daun siwalan Dina akan membimbing anggota KKN 23 untuk membuat tas dan dompet anyam. Rencana itu telah difikirkan secara matang. Pemikiran bulat itu sejalan dengan pembagian kelompok dari divisi pertanian yang juga bertugas mengembangkan pemasaran gula siwalan. Menurut hasil pengamatan divisi pertanian, potensi gula siwalan dari desa Banuajuh barat sangatlah unggul dan berkualitas baik. Namun, kelemahan dijumpai pada pemasaran yang masih konvensional. Tanpa menggunakan kemasan khusus tidak disertai lebel. Bentuk produk juga kurang menarik, sebab masyarakat hanya menggunakan cetakan seadanya seperti batok kelapa. Divisi pertanian berencana menginovasikan cetakan gula siwalan dengan tampilan yang lebih menarik agar menarik minat konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Kemasan berlebel akan tersemat pada produk yang beredar. Dan kami semua sedang menunggu apa yang akan mereka hasilkan.
            Anggota yang berjaga diposko hari ini menerima tamu penting dari pengasuh Madrasah Diniyah. Beliau mengutarakan tiga hari lagi akan dilaksanakan imtihan untuk para santri yang menimba ilmu ditempat ini. Beliau membutuhkan bantuan dari anggota KKN 23 agar menjadi panitia penanggung jawab pentas seni sebagai pembuka acara. Entah dengan senang hati atau berat hati permintaan ini kami terima. Banyaknya program kerja yang harus segera dikerjakan menjadi bayangan hantu bagi kami. Disisi lain, tawaran ini sangat menarik. Kegiatan imtihan adalah program tahunan yang selalu dilaksanakan secara besar-besaran dengan didatangi hampir seluruh masyarakat Banuajuh Barat. Jadi, kesempatan ini harusnya dapat kami manfaatkan sebagai ajang silaturahmi serta sosialisaasi masal tentang keberadaan KKN 23 seraya mengutarakan maksud dan tujuan terkait program kerja yang akan dilaksanakan. Sungguh simalakama!
            Rapat evaluasi kerja yang dilakukan saat malam hari diwarnai raut bahagia seluruh anggota kkn 23. Anyaman dompet dan tas berhasil dibuat. Hasilnya juga patut diacungi jempol. Meski masih mungkin untuk dilakukan banyak penyempurnaan, ini adalah langkah awal yang cukup baik. Namun ditengah-tengah rapat, penuturan Gecol seketika membuat anggota kembali dilanda kegalauan. Tentang pentas seni yang diamanahkan pengasuh madrasah tadi siang. Pendapat dari segala arah mulai bermunculan. Persetujuan dan penolakan sama-sama disertai alasan yang masuk akal. Pertimbangan yang cukup baik disampaikan bahwa lebih pantas kami menyetujui dan menjalankan amanah yang telah diberikan, mengingat bahwa beliau telah berbaik hati memperbolehkan kami tinggal ditempatnya, juga memberikan izin untuk melakukan banyak hal yang berbau dengan keramaian. Kami menawarkan penampilan fashion, tari, juga musikalisaasi puisi. Kemudian terpilihlah Sofi sebagai penanggung jawab pentas seni imtihan madrasah, mempertimbangkan pengalaman yang ia miliki dalam dunia seni dan sastra yang tidak perlu diragukan lagi. Tinggal satu permasalahannya, siapa yang bersedia ? bersedia untuk tampil dan menyumbang penampilan dimalam imtihan madrasah.
By:Gudel


Komentar