Perkenalkan, Kami Laskar Perubahan! (Part 1)

Kamis,
14-06-2016

          Keramaian hari ini bukan tanpa alasan. Jalanan ramai hiruk pikuk sekumpulan mahasiswa berpakaian senada, biru dengan aksen merah bertulis jelas KKN 2016. Hari ini tepat peluncuran kurang lebih 1800 mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura menuju tempat tujuan masing-masing dengan membawa program kerja yang telah mereka rumuskan sebelumnya. Kami adalah kelompok 23 KKN 2016. Tempat persinggahan kami adalah Kabupaten Sumenep kecamatan Batang-batang desa Banuajuh barat. Ketika akan berangkat, mungkin kalian sempat bertemu dan menjumpai kelompok kami yang berjibaku memadati jalan. Jika kalian mendapati sesuatu yang terlihat seperti gunung, bukit ataupun rongsokan tak terpakai tidak lain adalah barang bawaan kami yang apabila diperinci tiap satu orang berbekal 2 koper ukuran super besar, kemudian satu ransel punggung, dan banyak keperluan pendukung lainnya. Mungkin juga kalian sempat melihat tercecer bantal serta boneka bermuka panda, beruang ataupun berang-berang yang beberapa diantara kami menggunakannya sebagai teman pengantar tidur. Kami memerlukan boneka agar cepat terjaga. Ketika semua perlengkapan telah dimasukkan dalam mobil, sopir mengutuk heran mendapati apa yang telah memenuhi kendaraan miliknya. Salah satu dari kami hanya tersenyum sambil menjawab, “Maaf pak!! dengan semua ini, kami hendak mengguncangkan dunia!”
            Perjalanan macet dengan lalu lalang mobil sejenis yang kami naiki berebut siapa yang lebih dulu sampai ditempat tujuan. Sedang dari sudut lain, salib menyalib para penunggang kuda besi seolah memberikan intruksi dan arahan jalur yang dikomandokan, mereka adalah pemimpin masing-masing kelompok. Setelah menempuh sekitar enam jam perjalanan, akhirnya sampailah kami ditempat tujuan. Desa yang begitu asri, pepohonan siwalan menghiasi setiap pandangan mata yang tersebar dipenjuru desa. Kami akan berterus terang  bahwa siwalan memang potensi desa tempat kami singgah. Namun kami tidak akan menceritakannya pada bagian ini. Kami berjanji pada bagian lain akan diuraikan secara lengkap mengenai apa yang akan kami perbuat dan lakukan dengan program kerja yang telah tersusun.
Dalam perjalanan menuju tempat persinggahan, kami bertemu dengan masyarakat setempat yang menatap asing dengan rombongan kami. Sorot mata yang belum dapat kami artikan entah apa yang terfikir dibenak mereka dengan kedatangan kami, beramai-ramai disepanjang jalan membawa perlengkapan  ekstra banyak layaknya orang minggat yang sengaja pergi dari kampung halaman. Kami memutuskan untuk beramah dengan menyapa juga menyalami masyarakat yang kami temui sebagai wujud penghormatan dan perkenalan kepada mereka. Raut wajah asing dari masyarakat yang tadinya kami dapati, kini berubah menjadi tatapan ramah seolah sudi dan bersedia menerima dengan baik saat dijelaskan secara singkat tentang maksud serta tujuan kedatangan ditempat ini. Masih terngiang jelas ketika salah satu masyarakat bertanya tentang siapa kami, maka salah seorang anggota kelompok menjawab dengan tegas bahwa kami adalah Laskar perubahan, mari kerja!.


By: Gudel

Komentar