Mendayung Sambil Menangkap Ikan (Part 6)

Selasa,
18-06-2016

            Selasa, hari keenam KKN 23 berada didesa Banuajuh barat. Semua aktifitas kerja dipagi hari sengaja dihentikan guna fokus pada persiapan imtihan yang akan dilakukan esok. Permasalahan tentang siapa yang bersedia tampil diacara pentas seni madrasah belum terselesaikan. Meski Sofi telah berusaha menawarkan kepada siswa-siswi madrasah setempat, mereka masih enggan untuk berpartisipasi karna kurangnya rasa percaya diri. Permasalahan yang terjadi kami curhatkan kepada pemuda desa. Siapa tau dengan menyampaikan kepada mereka, Sofi dan kawan-kawan bisa mendapatkan siswa-siswi yang bersedia untuk menyumbang penampilan pentas seni. Setelah kami bercerita, para pemuda desa langsung mencarikan seorang anak. Kebetulan anak yang disarankan  oleh mereka sudah berpengalaman dalam pentas tari yang biasa dilakukan disekolah. Berlatihlah Sofi dengan murid pertama yang berjumlah tiga orang untuk mempersiapkan tari yang akan ditampilkan. Ternyata benar apa yang disampaikan pemuda desa, anak-anak tersebut memang memiliki bakat. Terbukti dengan daya tangkap yang cepat saat menerima konsep tari yang diajarkan oleh Sofi. Latihan tari pagi ini berjalan dengan lancar.
            Siang hari, tidak ada kesibukan kerja yang menyita waktu. Sebagian anggota KKN 23 hanya bersantai dengan membunyikan orkes koplo dikamar. Bogel tidur pulas tak menghiraukan kemalasan teman-temannya. Hanya Sofi yang ditemani Rani nampak sibuk mengkonsep penampilan pentas seni yang belum ketemu jalan terangnya, yakni musikalisasi puisi dan fashion. Sofi menulis naskah puisi, sedang Rani mencari video youtube terkait fashion yang akan ditampilkan. Sofi puyeng memikirkan personil fashion yang memerlukan banyak siswa dalam penampilannya. Lantas bagaimana masalah ini bisa terselesaikan?
            Ketua kelompok yang tanggap akan kekosongan waktu berinisiatif untuk memecah anggota menjadi lima kelompok. Kemudian disebar menuju rumah kepala dusun yang ada didesa Banuajuh barat. Maing-masing lokasi adalah Gunung pekol, Jurang ara deje, Jurang ara laok, Parse, dan Toteker. Agendanya berkunjung dan silaturahmi guna memperkaya informasi yang sudah didapatkan untuk mendukung program kerja yang akan dilaksanakan. Anggota yang memang sedari pagi tidak terlalu banyak beraktifitas, menyambut antusias tugas yang diberikan ketua kelompok. Mereka tersebar dan melakukan intruksi kerja yang telah diberikan.
            Selasa 18-06-2016 merupakan penantian bagi anggota divisi pendidikan. Karena hari ini adalah dibukanya Smart center untuk pertama kali. Anggota divisi harap-harap cemas dan kembali mempertanyakan kepada diri sendiri tentang kemantapan program yang akan dijalankan. Meskipun mereka sudah biasa dalam mengajar, namun kali ini terasa berbeda dari pengalaman mengajar sebelumnya. Pengalaman yang didapatkan ketika terjun dibangku formal tentunya tidak sama dengan penerapan dalam bangku non formal. Namun Dina berulangkali meyakinkan kepada semua rekannya agar tetap percaya diri atas kemampuan yang telah dimiliki, terutama dengan bekal selama tiga tahun berkutat dalam dunia pendidikan selama belajar di Universitas Trunojoyo Madura. Ini adalah situasi yang baik untuk menguji tingkat pencapaian yang telah didapat dibangku kuliah. Tak lama setelah anggota bersiap diruang kelas, satu persatu siswa datang diantarkan oleh orangtuanya. Meraka memperhatikan petunjuk yang sudah dipersiapkan bagi para peserta didik smart center, bertulis jelas “Ruang Belajar Smart Center”. Rani dan kawan-kawan memasang senyum kepada peserta didik mereka malam ini. Ternyata benar apa yang telah diperkirakan, seisi kelas penuh. Peserta didik antusias mengikuti program bimbingan belajar yang telah direncanakan oleh divisi pendidikan. Rani membuka kegiatan belajar dengan jargon Smar Center diikuti gerakan khas yang sengaja dibuat untuk memancing semangat peserta didik.
“Jika kakak mengatakan Smart Center, maka adik-adik harus menjawab, Mari belajar ..! Berprestasi..! Wujudkan mimpi!” semua peserta didik mengikuti apa yang telah dicontohkan Rani didepan kelas dengan penuh semangat dan kegembiraan. Pembelajaran yang berlangsung berjalan dengan lancar tanpa kendala. Para siswa aktif dalam pembelajaran. Seketika dibenak Rani muncul suatu ide untuk mengajak Sofi bergabung dalam proses pembelajran. Kemudian diakhir pembelajaran Sofi meminta kesediaan peserta didik yang hadir agar berpartisipasi dalam pentas seni yang diselenggarakan besok. Terutama untuk menyumbang penampilan fashion dan musikalisasi puisi. Tak disangka, dengan mudah banyak yang bersedia dan mengajukan diri untuk tampil. Tidak seperti respon yang pernah didapati Sofi sebelumnya. Mereka masih malu dan belum terbiasa, perlu merasa nyaman terlebih dahulu agar mau mengikuti permintaan kami. Dengan adanya program Smart Center kami telah mendayung sambil menangkap ikan.

By: Gudel

Komentar