HORNI (HOROR MURNI) (Part 3)

Sabtu,
15-06-2016

Malam pertama dilokasi persinggahan baru menjanjikan suasana yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Hanya desiran angin yang melengkapi hening malam Desa Banuajuh barat. Sesekali terdengar bunyi burung betet yang menarik perhatian membuat diri tak bisa mengabaikan perihal aura angker penyelimut malam. Lokasi persinggahan kelompok KKN 23 adalah tempat belajar diniyah yang digunakan anak-anak desa setempat untuk menimba ilmu keagamaan. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri keberadaan makhluk yang hidupnya berdampingan dengan manusia sepertinya juga ingin menyambut kedatangan kami.
Didalam ruangan, Gecol salah seorang angoota KKN 23 yang berasal dari Gersik menceritakan pengalamannya saat berjalan seorang diri kekamar mandi, ia mendengar sapaan wanita direrumbukan gelap tanpa lampu penerangan. Seketika ia memperhatikan segala hal yang ada disekelilingnya, berharap menemukan siapa gerangan yang tengah menyapa. Gecol menganggap bahwa salah seorang anggota kelompok wanita sedang membutuhkan bantuannya. Namun fikiran tersebut segera ia tepis,  tidak mungkin seorang perempuan ada disekitaran kamar mandi laki-laki. Gecol lari terbirit-birit sebab ketakutan mengalami kejadian tersebut. Ia bercerita dengan sungguh-sungguh. Hingga beberapa teman wanita didalam kelompok terlihat histeris mendengarkan apa yang tengah ia sampaikan. Anggi mendekap selimut dan memeluk boneka yang dibawanya. Sedang, Rani nampak melamun dengan tatapan kosong mengabaikan keseriusan anggota kelompok yang sedang bercerita horor ditengah malam yang sayup-sayup meresahkan. Rembulan semakin terang menampakkan ronanya, kini waktu semakin malam. Rapat evaluasi kerja dihari pertama ditutup dengan cerita berhantu. Para angoota KKN 23 memasuki ruangan istirahat.
Dini hari, Rani merasa kebelet untuk pergi kekamar mandi. Cerita horor yang tadi disampaikan Gecol masih membekas dalam hati. Menjadikan teror ketakutan pada diri dan tak kuasa untuk pergi sendiri menuju kamar mandi. Rani memutuskan untuk meminta beberapa teman wanita agar mengantarnya. Bunyi jangkrik terdengar saat mereka melewati rerumputan. Mata terasa merekat menyatukan kelopaknya, enggan terbuka sebab kantuk yang teramat sangat sedang dirasakan. Sesampai dikamar mandi, Rani segera masuk dan melegakan diri. Tak disangka kamar mandi kosong yang tertutup rapat persis disebelah, tiba-tiba memunculkan bunyi gemiricik air berjatuhan. Rani yang sadar akan hal tersebut, dengan reflek berteriak sehingga mengagetkan teman yang menunggunya diluar. Rani keluar dan menceritakan apa yang saat itu tengah ia ketahui. Dengan langkah terburu-buru Rani dan teman-teman yang lain segera bergegas meninggalkan tempat.
Kejadian yang menimpa Rani menjadi cerita penting menyambung pembahasan sebelumnya tentang suasana angker yang menyelimuti tempat singgah anggota KKN 23. Mulut ke mulut saling bersaut menyambung cerita tersebut. Dari percakapan yang terjadi, nampaknya banyak hal selain peristiwa yang dialami Rani juga membuat resah anggota yang lain. Bogel menyarankan agar malam ini seluruh anggota berdoa bersama guna meredakan kegalauan yang ditimbulkan atas kejadian tersebut. Seluruh anggota berdoa dengan khitmad dalam rapat dihari kedtiga.
 Selepas berdoa, semua divisi menjalankan aktivitas sesuai program kerja yang telah disusun. Divisi Pertanian melakukan wawancara menuju tempat pembuatan tikar dan gula siwalan untuk mencari tau kelebihan dan kelemahan daripada potensi yang akan dikembangkan. Divisi pendidikan bertugas kesekolah guna mensosialisasikan program smart center yang akan segera dijalankan. Dan divisi sosial masyarakat berkeliling desa untuk menjalin hubungan sosial bersama masyarakata sekitar. Sebelum berangkat mereka berpesan kepada Rani dan Sofi supaya berjaga di posko untuk menerima kunjungan dari masyarakat.
Waktu berjalan satu jam selepas pemberangkatan semua divisi melaksanakan aktivitas kerja. Sofi yang berjaga diposko mengadu bahwa ia merasakan sakit kepala dan mual. Rani mencarikan obat yang bisa meredakan keluhannya. Saat Rani sudah mendapatkan obat yang dibutuhkan, alangkah terkejutnya ia mendapati Sofi tak sadarkan diri, mengamuk dan meronta layaknya orang kesurupan. Rani yang tak menyangka akan kejadian tersebut seketika panik segera menghubungi teman-temannya yang sedang bertugas. Kontak ketua kelompok berhasil ditemukan, ia mengutarakan perihal yang tengah menimpanya. Ketua kelompok mengatakan rombongan akan segera kembali sebab satu divisi telah selesai melakukan pekerjaan. Kemudian ketua kelompok mengintruksikan kepada semua divisi agar segera kembali menuju posko. Sofi yang mengamuk tak karuan tiba-tiba berlari kearah pintu dan menutupnya. Rani tak menduga atas tindakan yang baru saja terjadi sehingga berteriak ketakutan karena panik. Ia semakin bingung menghadapi hal tersebut. Teman-teman yang sedang ia tunggu, tak juga kunjung datang untuk membantu. Ia mulai khawatir dan tak tau lagi bagaimana harus menghadapi Sofi yang tengah tak sadarkan diri. Ditengah ketegangan yang berlangsung, terdengar pintu diketuk dari luar. Kemudian pintu terbuka dan muncul semua anggota kelompok 23 masuk bersama-sama dengan membawa kue ulang tahun. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun ditengah kebodohan yang baru saja dialami oleh Rani. Ternyata tepat ditanggal 15 bulan 06 adalah hari ulang tahun Rani. Ini adalah skenario yang sengaja dibuat oleh anggota KKN 23 sebagai kejutan yang diberikan kepadanya. Tentang isu yang sengaja dibuat setelah rapat, semuanya tertata rapi sesuai perencanaan. Tentang gemericik air yang tanpa sengaja dibuat karena moment begitu pas mendukung skenario, membuat Asmi bersedia menakuti sahabatnya dengan masuk dikamar mandi kosong dan membuat keganjilan yang kemudian dipercaya oleh Rani. Sampai-sampai, Rani tak menghiraukan bahwa ia dan teman-temannya yang kembali menuju kamar tidur telah meninggalkan Asmi sebab terburu-buru dan merasa resah dengan kejadian yang menimpanya. Dan juga tentang kesurupan yang dibuat oleh Sofi sangat sempurna mengingat ia adalah aktor yang baik sebab tergabung dalam seni theater di UTM. Kejutan ini mungkin akan berkesan untuknya, entah sebagai kenang indah atau menyebalkan untuk diingat. Yang jelas kekeluargaan dilingkungan KKN 23 semakin terjalin harmonis  dengan nano-nano yang dilalui bersama-sama selama 26 hari lamanya mengabdi didesa persinggahan.
By: Gudel

Komentar