Eksekusi Tanpa Amunisi (Part 10)

Sabtu,
23-06-2016

Pagi dengan embun yang sejuk. Butirannya melekat pada rumput layaknya percik yang bersahabat dengan anyelir. Embun akan segera terkikis karna sang surya terlalu cemerlang menampakkan sinar. Keluarnya matahari berarti pertanda bagi kami agar segera bergegas untuk mempersiapkan apa yang akan dikerjakan. Janji yang telah dibuat divisi pendidikan bersama OSIS MAN Sumenep untuk melakukan sosialisasi program Bangku Semu adalah agenda kerja hari ini. Rani beserta keempat temannya yang akan berangkat,dikagetkan dengan dua orang lelaki yang berpakaian rapi sambil menyalami setiap anggota divisi. Mereka adalah utusan dari MTS Ghayatul Anwar yang menagih janji kepada divisi pendidikan untuk mengisi materi LDK dan Training Motifasi. Sebelumnya Rani dan kawan-kawan memang berjanji untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tak disangka, tepat hari ini adalah pelaksanaan kegiatannya.. Tidak ada persiapan untuk melakukannya. Hal ini juga mengartikan bahwa divisi pendidikan harus menggagalkan janji untuk melakukan sosialisasi di MAN sumenep yang semula menjadi rencana awal sebagai agenda kerja. Apa mau dikata, jika menolak maka tak enak hati atas kesedeiaan beliau yang datang dan mengharap agar bisa melaksanakan janji yang telah dibuat. Jika tetap dilanjutkan berarti anggota divisi harus mengeksekusi tanpa menyediakan amunisi.Rani sebagai kordinator divisi memutuskan untuk menerima tawaran dan berangkat menuju MTS Ghayatul Anwar.
Sesampai disana, sambutan hangat didapatkan dari jajaran guru dan para staff madrasah. Mereka membicarakan hal yang berbau pendidikan sambil bersiap sebelum dimulainya acara. Tim trainer akan menyampaikan materi super student dengan tema, “Empat Tangga Kesuksesan”. Kebetulan Musikin dan juga Dinda memang handal dalam penyampaian materi motivasi. Mereka tergabung dalam tim trainer dengan agenda kerja terjun disekolah-sekolah untuk bekerja sama menyampaikan materi motivasi belajar. Akhirnya tiba waktunya untuk masuk kelas. Suasana hening, para siswa penasaran menunggu apa yang akan dilakukan para tim trainer. Musikin dengan sigap membuka acara sambil mengajak para siswa untuk melakukan ice breaking.Ia meminta semua siswa melakukan chicken dance. Suara salondimaksimalkan kemudian video ditampilkan. Anggota tim berjajar sebagai intruktur. Para siswa mengikuti contoh dari instruktur dengan gembira. Tarian ini tepat untuk mencuri perhatian siswa dan membuat kesan awal yang baik agar bisa mempengaruhi siswa supaya bergembira selama mengikuti kegiatan yang dilakukan. Semua materi disampaiakan, empat tangga kesuksesan yang pertama positif thingking, good habbit, be your self dan never give up. Para siswa meresapi apa yang mereka lihat dari berbagai macam peragaan serta video yang ditampilkan. Tak jarang raut wajah merekaterlihat tegang menghayati pesan-pesan moral yang menyentuh hati. Apa yang dicontohkan tim trainer bisa jadi adalah keresahan yang mereka dapatkan selama berkutat dalam duniapendidikan. Maka dari itu, penting dilakukan pelatihan tentang motivasi belajar kepada siswa. Diharapkan dengan pahamnya mereka akan kiat-kiat belajar yang baik, kelak akan menjadi bekal dalam meraih mimpi yang telah direncanakan. Kegiatan diakhiri dengan semua siswa yang menutup mata.Musikin memberikan sugesti tentang arti penting dari kehidupan serta tanggung jawab siswa untuk mewujudkan semua impiannya. Musikin juga mengingatkan para siswa terhadap pengorbanan orangtua yang telah mempertaruhkan kehidupan mereka demi kesuksesan anaknya dalam meraih mimpi. Tangis haru berderai diakhir acara.

By:Gudel

Komentar